Apa itu Teleconference?

Photo by Austin Distel on Unsplash

Pandemik COVID-19 yang sedang meruak di dunia tidak terkecuali di Indonesia menyebabkan muncul nya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut mulai dari Social Distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan juga Work from Home. Dari ke-tiga kebijakan tersebut, menyebabkan berkurangnya masyarakat yang beraktifitas diluar. Sepinya wilayah Jakarta menjadi salah satu dampak dari kebijakan tersebut dikarenakan banyaknya kantor yang menerapkan bekerja di rumah. Bekerja di rumah bukan berarti dapat bersantai-santai dengan keluarga di rumah, melainkan tetap bekerja dengan tanggung jawab yang seperti biasa dilakukan sehari-hari di kantor namun dialihkan ke rumah. Untuk itu biasanya dibutuhkan akses VPN untuk dapat mengakses kebutuhan yang disediakan oleh jaringan lokal kantor tanpa harus tersambung langsung dengan jaringan tersebut. Tidak jarang juga harus melakukan meeting bersama tim atau rekan kerja, hal ini mungkin saja dapat tetap dilakukan meski sedang melakukan WFH yaitu dengan cara melakukan teleconference meeting.


Apa itu teleconference meeting? Teleconference meeting adalah suatu aktifitas meeting reguler yang biasa dilakukan dua atau lebih orang di dalamnya yang melakukan suatu pembahasan namun melalui suatu media atau perangkat yang dapat menghubungkan antar member di dalam grup meeting tersebut. Teleconforence sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Audio conference dan Video conference. Audio conference, seperti namanya dilakukan hanya dengan menggunakan suara, seperti layaknya telepon pada umumnya namun dapat dilakukan lebih dari 2 orang. Sedangkan Video conference, merupakan aktifitas komunikasi secara daring yang dapat bertatap muka dengan perangkat kamera pada device penggunanya yang memungkinkan dengan menampilkan video antar member yang ikut dalam meeting tersebut.

Kapan kita menggunakan Audio conference maupun Video conference? Tentunya itu tergantung kebutuhan atau pun ketentuan dari tim lead atau project manager kalian. Jika memang diharuskan untuk bertatap muka, Video conference menjadi pilihannya sebaliknya Audio conference juga bisa digunakan jika pembahasan bisa disampaikan lisan tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Penggunaan Audio conference sendiri akan lebih ringan dalam penggunaan bandwidth dikarenakan audio jauh lebih ringan dalam penggunaannya ketimbang penggunaan video.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Data Visualisasi dari Website